KKN 94 UTM, Untuk Generasi Desa Ambunten Barat






Sumenep- Hari ini, Jumat (27/07) KKN 94 Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan progam kerja mengajar akademik di SDN 1 Ambunten Barat. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk pengabdian terhadap bidang pendidikan yang urgen bagi generasi penerus bangsa. Pelaksanaan kegiatan mengajar dilaksanakan pada hari Selasa dan Jumat disela progam kerja yang lainnya. Kepala sekolah beserta guru-guru menyambut hangat kehadiran kelompok KKN 94 dan mempercayakan KKN 94 untuk mengajar kelas 1-5. Jam belajarmengajar diawali pada pukul 07.30- 10.30 WIB.


Siswa di SDN 1 Ambunten Barat sangat mengapresiasi kedatangan KKN 94 dengan sangat aktif mengikuti jam belajar. Setiap kelas diajar oleh 2 orang dengan pembagian sesuai dengan kesepakatan demi kenyaman bersama. Metode pembelajaran yang digunakan tidak melulu terpacu pada sebuah buku. Sebisa mungkin Anggota KKN 94 mengimprovisasi contoh menjadi yang lebih sederhana,  sehingga siswa dapat menerima dengan mudah pelajaran tersebut. Selain itu, model pembelajaran yang digunakan adalah metode yang tidak monoton dengan diselangi menyanyi atau main tebak-tebakan. Semangat mulai terpancar dari respect yang diberikan siswa SDN 1 Ambunten Barat.


Kekurangan tenaga kerja mengajar di sekolah ini menjadi kendala pengembangan sekolah. Selain itu, jumlah siswa perkelas masih minim sekitar kurang lebih sebanyak 10 siswa. Kondisi kelas juga masih jauh dari kata bagus. Satu ruang kelas dibagi menjadi dua bagian dengan sekat dari papan kayu. Keadaan tersebut tentu tidak memaksimalkan pembelajaraan dikelas karena pertempuran dua suara yang tidak terbatasi dengan maksimal. Selain kondisi kelas, kondisi kantor di SDN 1 Ambunten Barat juga kurang layak, keadaan kantor berbentuk persegi dengan kursi dan meja seadanya. Mata Indonesia perlu melihat secuil bagian darinya dengan menghapuskan jurang perbedaan antara desa dan kota.

 Pendidikan telah menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda untuk mempertahankan negeri diatas kejayaan. Bagiamanapun juga generasi bukan hanya milik daerah tertentu, generasi adalah segenap berlian-berlian yang dimiliki Indonesia. Setidaknya ada pemerataan sarana-prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah bahkan di plosok negeri yang tidak terlalu sulit dijangkau dengan ketekadan terhadap janji-janji petinggi negeri.  Betapa pentingnya generasi sampai Presiden Soekarno berkata “Beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan menggoncangkan dunia”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN 94 UTM, “Mengaji Bareng” anak-anak di Ambunten Barat

Ambunten Barat, Data dan Realita