Penyuluhan Anti Narkoba





Hari  ini, Senin (30/7) KKN 94 Universitas Trunojoyo Madura telah dengan sukses menjalankan progam kerja penyuluhan anti narkotika sebagai bentuk kepedulian terhadap pemuda sebagai sasaran dari merajalelanya penyebaran narkotika. Acara berlangsung dari pukul 09.00-11.30 WIB dan diikuti oleh 15 orang pemuda yang merupakan delegasi dari 4 Dusun di Desa Ambunten Barat. Narkotika merupakan gabungan narkoba, psikotropika dan zat adiktif berbahaya. Narkotika ini menjadi faktor utama yang mengakibatkan rusaknya suatu generasi. Bahkan banyak kasus yang menyatakan pengguna narkotika berujung pada kriminalitas dan kematian.

Menunjaknya angka penyalahgunaan narkotika disebabkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang melakukan penyelundupan ke desa-desa terpelosok yang notabene masyarakat tidak mengetahui bahayanya zat tersebut. selain itu, kekjaman narkotika telah dicurangi melalui penambahan bahan narkotika kedalam permen karakter yang bebas diperjual-belikan dikalangan anak-anak. Permasalahan ini menjadi semakin krusial, sehingga Badan Narkotika Nasional (BNN) semakin gencar melakukan pemberantasan terhadap narkotika.

Pengguna narkotika adalah korban, mereka dijejali narkotika yang awalnya diberikan secara Cuma-Cuma oleh pengedar. Jika mereka sudah candu, maka efeknya adalah ketergantungan. Sehingga, pengguna akan mencari barang tersebut dan pengedar tidak akan lagi memberikan narkotika dengan cuma-cuma, namun dengan harga yang tinggi. Dengan kondisi yang begitu mendesak, dapat dikatakan dengan istilah sakaw, pengguna akan melakukan kriminalitas apapun untuk mendapatkan uang guna mendapatkan barangnya (narkotika). Selain itu, efek narkotika juga akan merusak organ tubuh, terutama syaraf inti. Bahkan setiap orang dapat mendeteksi langsung melalui kontak mata dengan pengguna. Narkotika adalah cara menghilangkan masalah dengan menambah banyak masalah dalam hidup. Oleh karena itu, penyuluhan anti narkotika dianggap sangat perlu disosialisasikan terhadap pemuda karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

         Mochammad Ainur Rofik (20) sebagai penanggung jawab dari progam kerja ini menyusun materi sedemikian rupa dengan metode banyak menampilkan video. Hal ini ditujukan agar pemuda Desa Ambunten Barat tidak merasa bosan dengan materi yang disampaikan. Sepanjang materi disampaikan, pemuda menyimak dengan seksama sajian materi. Bahkan terdapat diskusi terselubung antar kelompok pemuda ketika video diputar. “Mari melindungi orang-orang disekitar kita dari bahaya narkotika. Karena sekali terkena, maka akan sulit untuk keluar dari lingkar narkotika tersebut” jelas Rofik disela mengisi materi anti narkotika. Bukan hanya BNN yang bertugas untuk memberantas narkotika, tapi kita sebagai masyarakat juga harus peduli terhadap ketahanan generasi menyongsong Indonesia emas 2045.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKN 94 UTM, “Mengaji Bareng” anak-anak di Ambunten Barat

Ambunten Barat, Data dan Realita